DI UJUNG TIMUR NUSA INA
GESER mungkin nama itu yang sudah tidak asing lagi untuk di dengar di telingan orang Maluku. disana tersimpan banyak keunikan mulai dari Adat Budaya dan berbagai jenis hasil lautnya yang berlimpah ruah, serta lokasi pulau yang sangat strategis yang menjadikan geser sebagai daerah transit menjadi perhatian dan keunikan tersendiri.
kota dari Kec. Seram Timur ini memiliki penduduk kurang lebih 13.000 penghasilan dan mata pencarian Masyarakat disana adalah sebagai nelayan. ada juga banyak pendatang yang menetap disana seperti orang tiang hoa, buton, bugis. kerurkunan hidup bermasyarakat tercipta disana sehingga menyebabkan banyak pendatang yang betah dan menetap disana !!!! sebelum pemekaran Geser merupakan pusat pendidikan dan perdagangan dan sampai sekarang masi tercium aromanya itu.
jika anda ingin berkunjung disana bisa datang melalui ambon,fak-fak, banda, dan Bula. dan karna Geser merupakan daerah kepulawan maka hanya bisa mengunakan alat transportasi laut seperti kapal laut ada Prntis.K PELNI. KLM lainnya, dan taranspotasi disana sangat cepat untuk pulang pergi. dan terdapat fasilitas yang memadai seperti penginapan dan harganya terjangkau murah !!! makanan khas disana adalah papeda dari sagu dan koho-koho dari ikan mentah.
Adat
Ela (pela) itulah sebuah kata sederhana yang banyak maknanya seperti Saudara, Sahabat, Keluarga, Kerabat dll. kata Ela adalah sebuah kata yang telah dinobatkan oleh orang Tenggara untuk kami orang Geser, pela orang basudara Tengara dengan Geser sudah terikat sejak dahulu kalah dimana diceritakan bahwa sumpah pela terjadi di tanah Tenggara, sumpah darah yang dijanjikan sampai sekarang takan mati dan tidak akan tergantikan oleh apapun dan sampai kapanpun, diceritakan bahwa sumpah pela terjadi karena di massa itu orang tenggara susah untuk melakukan proses persalinan, jika melahirkan salah satu dari bay atau ibunya pasti meninggal, di sebabkan karna persalinan yang tidak normal terjadi disana, datanglah seorang yang berasal dari geser beliau membantu persalinan dengan memberikan obat-obatan tradisoanal, dan persalinanpun terjadi normal hingga seterusnya dan disitulah prosesi sumpah PELA pun terjadi. tetapi uniknya adalah yang termasuk wilaya Maluku Tenggara keseluruhan adalah mereka orang-orang yang berPELA sama orang Geser. beda sama pelanya orang ambon jika pelanya disatu daerah makah hanya daerah itu sajalah yang dinobatkan sebagai pela.
Budaya
keunikan lainya adalah budanya dimana pada lebaran Idul Fitri akan diadakan prosesi budaya yang dinamakan jalan Aiwat selama 2 hari, prosesnya adalah semua warga Geser akan berkumpul pada lebaran pertama dan kedua di depan rumahnya Raja Geser merekan melakukan semacam pembacaan sukuran tapi di ikuti oleh anak-anak kecil yang ngamen...hadarat...kasidah... ya saya masi ingat sedikit liriknya dari lagunya (minal aidin walfaizi.. selamat hari raya idul fitri....marilah kita saling memaafkan) itulah lagu yang sering dinyayikan saat jalan aiwat tersebut. mereka akan masuk pada tiap -tiap rumah yang sudah terlebih dahulu di masukin oleh orang dewasa/imam yang membacakan sukuran/doa tsb dan mereka akan melakukannya disetiap rumah dikota Geser, biasanya waktu yang mereka tempuh dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore. entah dari kapan peristiwa ini berlangsung namun sampai pada saat saya buat catatan ini masih ada budaya tersebaut !!!!
dan ada juga tari-tarian adat disana namanya tarian Lidi, tarian ini hanya dimainkan oleh orang Bati saja, tarian ini pernah dipertunjukan di Ambon , kira-kira tahun 90an dibawa pimpinan Raja Kian Laut yang beliau adalah seorang wanita, tari-tarian itu menyambut kedatangan Pangeran Charles dari Inggris. tari-tarian ini juga biasanya sering dimaikan jika ada prosesi Adat atau ada kunjungan-kunjungan orang-orang pembesar di Seram Timur.
oia saya bercerita sedikit tentang orang Bati yang konon dikabarkan bersayap. terlebih dahulu saya perjelas, bahwa di Maluku ada dua suku yang yang diakui keberadaanya. di sebelah barat pulau Seram yaitu hidup suku Alifuru dan di sebelah Timur pulau Seram hidup suku Bati dan yang saya bahas ini adalah suku Bati. mereka hidup dipegunungan/dusun dan desa mereka adalah Kian Darat yang berkecamatan di Seram Timur. ada empat perkampungan disana yaitu Bati Kelusi,Bati Rumoga,Bati Uta, dan Bati Rumbou. mereka tidak bersayap seperti yang dituliskan dibloger2 di google. mereka seperti kita manusia biasa yang butuh makan dan istrahat tetapi mereka hanya punya kelibihan mistik yang bisa berpindah-pindah tempat tanpa gunakan sehelai apapun/alat transoprtasi... tetapi perjalanan mereka itu di lakukan dengan prosesi adat juga !! jadi jika ada yang katakan orang bati itu bersayap sangatlah keliru.
dan masih banyak adat lainnya salah satunya yang dimuat di youtube dengan judul seram timur debus.
Laut
Seram Timur juga dikenal dengan hasil lautnya sebab banyak terumbu karang yang hidup disana dan tidak dipungkiri sebab letaknya juga strtegis di antara laut Banda dan laut Irian yang menyebabkan perputaran siklus arus laut terjadi disana dengan baik. sehingga banyak ikan dan biota laut berakivitas disana terus menerus. jinis-jenis ikanpun banyak terdapat disana mulai dari yang kecil sampai besar, dari yang tidak berharga dan berharga jutaan. itu sebabnya banyak kapal impor ikan yang keluar masuk-keluar untuk mencari hasil di sana.
pulau yang dikelilingi oleh laut yang berdiri diatas karang berbentuk cincin yang tengahnya juga diisi oleh air laut dan bisa dilihat pada foto dibawah membuat nama Seram Timur semakin dikenang oleh anak daerahnya atau orang yang pernah menjajakinya. Geser sudah dikenal sejak zaman penjajahan, kota kecil yang terapung-apung pada zaman penjajahan merupakan salah satu tempat transitnya pasukan Indonesia kalah berjuang membelah keutuhan NKRI di Irian Jaya, Seram Timur merupakan tempat logistik Pasukan TNI yang saat itu dikenal dengan pembebasan Irian Barat. dan gedung logistik itu masih ada sampai sekarang dan merupakan saksi bisu dari sejarah Irian Barat itu sendiri.Geser itulah nama kotanya yang terletak d ujung pulau Seram merupakan salah satu Kecamatan tertua yang sebelum diterjadi pemekaran SBT masi berkabupaten Maluku Tengah (Masohi) memiliki wilaya yang cukup besar mulai dari bagian barat werinama selatan Bula dan di timur pulau Gorom dan Wakatei.
namun setelah pemekaran Seram Bagian Timur terdapat lima kecamatan. namun sampai sekarang ini pulau tersebut (geser) seakan tak bertuan di tinggalkan begitu saja tanpa pemeliharaan dan perawatan yang baik dari pemerintah setempat.
sekilas jika kita menengok ke belakang Seram Timur haruslah diperhatikan sebab banyak cerita sejarah tertulis di sana... ketidak pedulian pemerintah setempat untuk memperbaiki kondisi dan infrastruktur disana sangatlah memprihatinkan, sebab ada pusara seorang Mayor yang tak dihiraukan tempat peristahatanya... ia merupakan pasukan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Pangkalan VII yang bermarkas didaerah Tanggulangin.